Alternatif Office Pengganti Microsoft Office

Alternatif Office Pengganti Microsoft Office




Suatu hari ane ada tugas yang diberikan sama bos buat ngolah data yang harus selesai sesegera mungkin. Dan seperti biasanya..langsung ane kerjain tanpa pikir panjang. Langsunglah ane buka program pengolah data yang terkenal dan yang biasa kita pake..yap… Microsoft Excel..

Tapi…entah kenapa pas ane mau klik “New Document” nggak bisa. Setelah ane baca-baca, ternyata Microsoft Excel ane minta buat diaktivasi. Sementara itu, kerjaan ane harus selesai kurang dari 1 jam.

Ya udah..akhirnya cari-cari google. Akhirnya ketemulah beberapa program alternatif pengganti Excel atau lebih tepatnya alternatif pengganti Microsoft Office.

Ini beberapa program alternatif pengganti Microsoft Office.

 

LibreOffice

credit: libreoffice.org

Ane kenal aplikasi ini waktu ane iseng-iseng nyobain Ubuntu Linux. Waktu itu ane bingung, mau ngetik dan ngolah data pake apa ya..atas saran temen kosan ane yang penggemar linux, ane disaranin pake LibreOffice. Dan bener aja, emang LibreOffice ini emang agak-agak mirip Microsoft Office. Tampilan LibreOffice mirip-mirip Microsoft 97 s.d. Microsoft Office 2003.

LibreOffice dikembangkan oleh The Document Foundation. Meski pake format dokumen ODF (Open Document), tapi kita masih bisa kok buka format document dari Microsoft Office seperti .doc, .docx. .xls, .xlsx, dan format dokumen lainnya. 

LibreOffice ini termasuk program open source. LibreOffice  ini bisa diunduh secara gratis di website Libre Office tanpa harus bayar.

Kelebihan:

  • Gratis
  • Open Source
  • Cukup powerfull Bisa digunakanl di Linux, macOS, dan Windows

Kelemahan

  • Harus diinstall manual
  • Agak susah digunakan

 

FreeOffice

credit: freeoffice.com

Kalo LibreOffice dirasa ribet, mungkin bisa pake FreeOffice. Program FreeOffice ini dikembangkan oleh perusahan Softmaker.

Free Office ini juga bisa ngejalanin semua format dokumen milik Microsoft Office. Tampilannya antarmukanya juga mirip Microsoft Office yang menawarkan tampilan antarmuka office klasik dan tampilan ribbon. Cocoklah buat kamu yang mau tobat pake Microsoft Office bajakan. Hehehe

Kelebihan:

  • Gratis
  • Tampilan antarmuka mirip Microsoft Office
  • Bisa digunakan di Linux, macOS, dan Windows

Kelemahan:

  • Harus diinstall manual
  • Agak susah digunakan
  • Agak berat kalo berurusan dengan data besar

 

WPS Office

credit: wps.com

Made In China. Ya..kalian nggak salah denger. WPS Office merupakan software Office asal China. Awalnya software ini bernama Kingsoft Office. Sebelum mendirikan Xiaomi, Lei Jun pendiri Xioami pernah menjadi CEO WPS Office.

WPS menawarkan software versi gratis dan versi premium. Untuk versi premiumnya, punya fitur yang jauh lebih lengkap. Sementara untuk versi gratisnya menampilkan iklan.

Kelebihan:

  • Gratis
  • Fitur lengkanya ada di versi premium

Kelemahan:

 

Calligra

credit: calligra.org

Software ini dirilis pertama kali di tahun 2000 sebagai bagian dari KOffice. Software ini dikembangin oleh KDE. KDE terkendal dengan komunitas open source yang mengembangin desktop environment untuk linux.

Jika LibreOffice tampilannya agak mirip Micorosft Office, Calliga ini menawarkan tampilan antarmuka yang benar-benar berbeda. 

Hal yang khas dimiliki dari software ini adalah Calligra menawarkan fitur mind mapping dan project management.

Calligra bisa dipake buat ngebuka format dokumen Microsoft Office, tapi sayangnya Calligra tidak bisa dipake buat ngedit format dokumen Microsoft Office.

 


Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url